Selamat Datang di Halaman Kami Komunitas Mahasiswa Ekonomi Manajemen Karyawan Sore (B) STIE PUTRA BANGSA - KEBUMEN

Senin, 26 Januari 2015

EFEKTIFKAH KURIKULUM 2013?

Oleh: Rois Hadi Ismanto

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang diterapkan pada pendidikan di indonesia, kurikulum ini menggantikan kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah berjalan selama kurang lebih 6 tahun di Indonesia. Pada tahun 2014, kurikulum 2013 sudah diterapkan di kelas I, II, IV, dan V, sedangkan di SMP kelas VII dan VIII, dan pada tingkat SMA kelas X dan XI. Pada kurikulum ini ada beberapa perbedaan dengan kurikulum sebelumnya, yaitu ada beberapa materi yang dirampingkan dan ada yang ditambahkan. Selain itu penilaian pada kurikulum ini juga meliputi 3 aspek, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, serta aspek sikap dan perilaku. Ketiga penilaian ini membuat orang memiliki pandangan bahwa kurikulum 2013 sangat rumit dan terkesan memberatkan bagi peserta didik.
Menurut teori manajemen, sistem pembelajaran yang baik itu harus mencakup 4 hal. Pertama, hasil akhir pendidikan yang harus dicapai peserta didik (keluaran), dan dirumuskan sebagai kompetensi lulusan. Kedua, kandungan materi yang harus diajarkan kepada, dan dipelajari oleh peserta didik (masukan/ standar isi), dalam usaha membentuk kompetensi lulusan yang diinginkan. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran (proses, termasuk metodologi pembelajaran sebagai bagian dari standar proses) supaya ketiga kompetensi yang diinginkan terbentuk pada diri peserta didik. Keempat, penilaian kesesuaian proses dan ketercapaian tujuan pembelajaran sedini mungkin untuk memastikan bahwa masukan, proses, dan pengeluaran tersebut sesuai dengan rencana. Berdasar teori tersebut, jelas tertera bahwa dunia pendidikan tidak semudah yang kita bayangkan, banyak aspek yang menjadi pertimbangan guna menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan tidak sekedar lulus dengan nilai seadanya. Hal ini dimungkinkan untuk memajukan kualitas pendidikan di Indoesia.
Kurikulum 2013 yang diterapkan di Indonesia memang menuai banyak pro dan kontra, bagi mereka setuju dan tidak setuju pun dilengkapi dengan alasan masing-masing yang menyertai.  Bagi mereka yang mendukung penerapan kurikulum 2013 ini beranggapan bahwa dengan penerapan kurikulum 2013, peserta didik akan lebih mampu menggali potensi mereka dan lebih banyak berkreatifitas dengan keterampilan yang mereka miliki. Selain itu, banyaknya aspek yang dinilai pada kurikulum ini diharapkan peserta didik akan pintar bukan hanya dari akademiknya saja, melainkan dari aspek-aspek lain, seperti perilaku, kesopanan, dan keahlian lainnya. Hal ini yang menjadikan mereka setuju akan penerapan kurikulum 2013. Namun, bagi mereka yang kontra dengan kurikulum 2013 beranggapan bahwa kurikulum ini terlalu memaksa peserta didik untuk berfikir lebih keras. Banyak yang mengeluhkan tentang kurikulum ini, bukan hanya dari peserta didik, melainkan dari berbagai pihak, seperti pendidiknya atau orang tuanya. Bagi pendidik, mereka beranggapan bahwa penilaian pada kurikulum 2013 ini terlalu banyak dan merepotkan, selain itu bagi orang tua yang mengeluhkan karena anak mereka merasa terbebani dengan materi yang banyak karena adanya beberapa penggabungan materi sehingga terlihat banyak dan mereka merasa kelelahan untuk mempelajari materi tersebut.

Berdasar hal yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum 2013 memiliki banyak penilaian baik pro maupun kontra antar banyak kalangan, baik dari peserta didik, pendidik, serta orang tua peserta didik. Kembali lagi pada topik utama tentang keefektifan kurikulum 2013, sebenarnya efektif atau tidaknya suatu kurikulum tergantung dari cara pandang kita menilainya. Kalau dilihat dari sisi positif memang bagus karena mengajarkan peserta didik untuk pintar dalam segala aspek, namun bagi mereka yang memandang negatif mungkin karena mereka belum siap dengan ketentuan yang diterapkan pada kurikulum 2013. Jadi, pada dasarnya kurikulum itu dapat efektif jika terjadi kesanggupan dan sikap saling mendukung antar pihak terkait. Dari orangtua yang mendampingi anaknya untuk belajar dan memberi segala fasilitas yang diperlukan, peserta didik yang ikhlas menjalankan dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan pendidikan yang diterapkan, serta pihak pendidik yang selalu memberi materi yang sesuai dan memberikan motivasi bagi peserta didiknya agar menjadi peserta didik yang sukses tidak hanya dalam bidang akademik, tapi dari semua aspek yang dibutuhkan. Jadi keefektifan suatu kurikulum dapat terlaksana jika semua pihak terkait saling mendukung dan menyatukan pandangan bahwa kurikulum 2013 ini membawa dampak yang baik bagi dunia pendidikan di Indonesia kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar