M
|
araknya
berita di televisi maupun media sosial mengenai bertambahnya angka kriminalitas yang disebabkan oleh para
pelaku kejahatan menggunakan sepeda motor membuat masyarakat semakin resah, salah
satu kasus TEMPO.CO, Tasikmalaya - Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota,
Jawa Barat, menangkap 15 anggota geng motor sejak Senin hingga Selasa subuh
(5-6 Januari 2015). Mereka yang ditangkap merupakan pelaku perusakan kantor
redaksi Kabar Priangan di Perumahan Bumi Resik Panglayungan,
Kota Tasikmalaya, Kamis lalu, 1 Januari 2015.(Faizal R, TEMPO.CO unduh
14/01/15).
Kemunculan
para pelaku tindakan kriminal ini sangat pesat pertumbuhannya, tercatat pada
tahun 2014 ±320 orang anggota geng motor berhasil dibekuk oleh pihak
kepolisian. Yang sangat memprihatinkan adalah sebagian besar dari mereka
merupakan anak dibawah umur yang berprofesi sebagai pelajar.
Sangat disayangkan, persepsi
masyarakat yang berkembang sekarang ini terhadap club motor atau komunitas
motor selalu disamakan dengan geng motor yang selalu meresahkan masyarakat,
merugikan pengendara lain, dan ugal-ugalan kalau di jalan raya. Padahal jelas
sekali perbedaannya antara club motor, komunitas motor, dan geng motor. Apa
yang dilakukan oleh slub dan komunitas motor pasti bertentangan dengan apa yang
dilakukan oleh geng motor.
Perbedaan Geng
Motor, Klub Motor dan Komunitas Motor
GENG MOTOR
Seperti
yang kita tonton dalam berita-berita di TV, keberadaan geng motor itu sendiri
sudah bertahap membahayakan baik bagi mereka sendiri maupun bagi khalayak umum.
Mereka tak segan melakukan tawuran antar geng motor, dan bahkan menyerang orang
lain. Dan yang lebih meresahkan lagi, mereka pun tak lagi punya rasa segan
untuk merusak, merampas, membakar kendaraan, dan bahkan membunuh orang lain.
Most of them...tidak memakai perlengkapan safety riding seperti helm, jacket, sarung tangan, dan sepatu
Membawa senjata, baik itu sajam (senjata tajam, entah itu mereka buat sendiri ataupun buatan pabrikan semacam parang, samurai, pisau lipat, maupun badik), hingga Molotov atau bom2 kecil rakitan sederhana
Jangankan terfikirkan untuk beramal, membuat kegiatan social saja tidak pernah terbersit di benak mereka. Lupakan saja tentang mengunjungi panti asuhan, sunatan masal, kawin masal...yang ada cuman merusak dan membunuh masal
Anggotanya berisikan para lelaki yang berpenampilan sangar, penjudi, pemabok, pembunuh, dan hobbinya merusak. Seandainya pun ada perempuan di dalamnya (sorry.. saya tidak bisa menyebutnya ladies-karena sama sekali jauh dari persepsi terhormat), mereka hanya sebagai penggembira dan pelampiasan atau budak nafsu anggota geng motor tersebut.
Kendaraan yang mereka gunakan hanyalah motor bodong, tanpa spion, sign kanan-kiri, lampu utama dan stop lamp. Karakteristik yang jelas adalah bahwa motor mereka berisik, mampu berlari kencang dan dapat digunakan untuk mencelakai orang lain. (Faizal R, tno1.co.id unduh 24/01/15)
Ciri-ciri Club Motor dan Komunitas Motor secara garis besar:
Mengenakan perlengkapan berkendara sesuai dengan syarat safety riding yang telah disosialisasikan oleh pihak kepolisian
Baik motor maupun pengendara atau pemiliknya sama-sama lengkap, dalam artian motor tidak bodong (lengkap surat-suratnya, seperti SIM, STNK dan BPKB). Modifikasi motornya pun tergolong safety dan nyaman, dan kadang tidak lupa menambahkan top box di bagian belakang motor dan atau side box di bagian samping jok belakang motor yang biasanya berguna untuk meletakkan helm dan berbagai barang lain keperluan pengendara di saat touring maupun kegiatan lainnya.
Pada umumnya, sebuah club motor hanya terdiri dari satu merk motor dan atau satu tipe motor saja, sekalipun ada juga yang terdiri dari berbagai macam motor namun memilik satu kesamaan entah dari warna atau modifikasi lainnya.
Memiliki tempat KOPDAR yang tetap dan berada di tengah keramaian, semisal di jalan protocol agar dapat dilihat khalayak luas. Selain itu juga agar dapat saling mengenal dengan sesame member club lainnya. Biasanya, club satu dengan club yang lain saling mengenal lokasi masing-masing BASECAMP(sebutan lokasi KOPDAR club dan komunitas) club yang ada.
Tidak akan ada kekerasan dalam diklat member baru...karena just for fun, formalitas, pengetahuan tentang motor, safety riding, tanda fisik dalam touring, dan peguyuban nang menaungi club motor tersebut – misalkan HVIC (Honda Verza Indonesia Club)
Memiliki kejelasan dalam
visi dan misi dan jauh dari anarkisMelakukan touring secara terkoordinir dengan agenda yang jelas dan secara safety riding
Sering melakukan kegiatan social semacam bakti social ke panti asuhan, ke anak-anak jalanan, fakir miskin, dan lain sebagainya
AD / ART jelas dan terdaftar dalam kepolisian dan atau wadah dari perkumpulan club motor tersebut seperti paguyuban dan komunitas bentukan main dealer
Brotherhood: saling menolong member club lain ketika menemui kesulitan atau trouble di jalan, baik di dalam kota maupun di luar kota
Memiliki tujuan dalam berkendara dengan peraturan yang jelas, tegas, sekalipun kadang tidak membebani member-membernya.
Beda tipis antara club dan komunitas motor ya..?
Tapi, terkadang masih saja ada club motor yang ugal-ugalan dan arogan di jalan, sehingga tidak dapat disangkal...kadang rekan-rekan komunitas lebih tertib di jalan raya jika dibandingkan dengan club motor yang ada. Jadi mudah-mudahan, artikel ini bisa membantu atau sedikit menjelaskan perbedaan antara GENG MOTOR, CLUB MOTOR, dan KOMUNITAS MOTOR, sehingga dapat digunakan sebagai tambahan untuk membentuk salah satunya, dan sebagai cermin bagi masing-masing kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar