Selamat Datang di Halaman Kami Komunitas Mahasiswa Ekonomi Manajemen Karyawan Sore (B) STIE PUTRA BANGSA - KEBUMEN

Rabu, 28 Januari 2015

Remaja masa kini



Di susun oleh: Guniarti
Remaja masa kini

            Pada zaman sekarang remaja di masyarakat sudah banyak terpengaruh oleh pergaulan bebas tanpa pengawasan orang tua. Apa lagi remaja sekarang ini cenderung mendekati
perilaku yang negatif, karena semakin berkembangnya era globalisasi gaya hidup dan perilaku remaja saat ini. Di dalam sebuah pergaulan remaja indonesia sudah tercampur dengan gaya pergaulan dari luar, banyak kebudayaan indonesia tidak menjadi tradisi di kalangan remaja. Ini menjadi dampak yang sangat besar, yang berpengaruh terhadap aspek budaya indonesia. Dan sedikit demi sedikit budaya indonesia menjadi terlupakan.
            Namun saat ini masyarakat telah menunjukan
perilaku sosial yang ada pada individu, seperti
ketergantungan dengan pergaulan yang ada. Seperti di kalangan remaja saat ini berpacaran dengan mesra di depan umum dan lain-lain. Menurut remaja jaman sekarang di anggap menjadi kebiasaan, namun kebiasaan itu telah di campur adukkan dengan pergaulan di negara lain yang pergaulan di luar menganut pergaulan bebas.
            Akan tetapi setiap pergaulan bisa di hindari,
jika individu tersebut memiliki kekuatan iman yang ada pada dirinya. Agar tidak menyalah gunakan pergaulan yang sekarang sedang merajalela di kalangan remaja, dan dari perilaku manusia pun menjadi sebuah dampak kejahatan yang ada di dunia. Tanpa di sadari kita pun sudah membuka peluang kejahatan di dunia karena ke salahan dari individu itu bergaul.
            Namun tidak semua remaja seperti itu, jika remaja itu sendiri bisa mengontrol dirinya agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang dapat merusak adat istiadat. Mereka yang perkiran positif melakukan kegiatan-kegiatan yang bermoral, agar tidak mudah terjerumus akan hal-hal yang seperti itu.
 Jika ditinjau lebih dalam “Gaul” tidak akan menimbulkan banyak dampak negatif jika standar nilai yang dipakai untuk mendefinisikan gaul itu, standar nilai yang sesuai dengan kebudayaan kita yang penuh dengan tata krama dan kesopanan. Hanya saja, mengubah sesuatu yang sudah mendarah daging di sebagian remaja saat ini tidaklah mudah. Semua itu memerlukan sinergi dari semua pihak, baik orang tua, keluarga, pemuka masyarakat, pemerintah, dan yang tak kalah pentingnya adalah peran kita sendiri sebagai remaja yang akan menjalani kehidupan dalam bingkai kata “gaul” itu sendiri.
Pergaulan remaja dibagi ke dalam dua aspek, yakni :
1.         Pergaulan Remaja yang Sehat
            Pergaulan remaja yang sehat adalah pergaulan yang sesuai dengan etika pergaulan. Adapun beberapa cara mengembangkan pergaulan yang sehat diantaranya:

a.         Adanya kesadaran beragama bagi remaja
            Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatanterhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.

b.         Memiliki rasa setia kawan
            Agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja masyarakat menjadi tentram.

c.         Memilih teman
            Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia.

d.         Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif
            Bagi mereka yang mengisi waktu senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu, jika ada waktu senggang kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.

e.         Laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
            Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

f.          Menstabilkan emosi
            Jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi.

g.         Etika Pergaulan Remaja
            Etika berasal dari bahasa Yunani kuno Ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan,sikap cara berpikir. Dalam bentuk jamak ta etha´ artinya adalah adat kebiasaan. Arti inilah yang melatarbelakangi terbentuknya istilah etika´ oleh Aristoteles (384-322 SM): ilmu tentang adat kebiasaan, apa yang biasa dilakukan. Etika mempunyai pengertian yang cukup dekat dengan moral. Moral dari bahasa latin mos jamaknya mores berarti kebiasaan, adat. Dalam kamus bahasa Indonesia pertama kali tahun1988 kata mores dipakai dalam arti yang sama yakni adat kebiasaan. Jadi kata moral dan etika keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan.

2.         Pergaulan Remaja yang tidak Sehat
            Pergaulan remaja zaman sekarang memang sangat memprihatinkan, tidak jarang berbagai berita mengenai kenakalan remaja bermunculan. Ini menunjukkan bahwa pergaulan remaja saat ini sudah tidak sehat lagi. Cara pergaulan remaja yang seperti sekarang ini tentu saja sangat menimbulkan dampak negatif . Selain memperburuk situasi dan kondisi pergaulan remaja dan mempengaruhi cara hidup remaja lain, cara pergaulan remaja yang seperti sekarang juga dapat mempengaruhi kualitas hidup generasi anak cucu kita.
           

Maka dari itu untuk para remaja-remaja sekarang dekatlah diri kalian dengan orang tua dan terutama pada Allah yang telah menciptakan kita, agar iman kita tetap kuat. Dan janganlah melanggar larangan-laranganNya, karena kita hidup juga hanya sementara bukan selamanya. Di sisi lain jika kita merelakan masa remaja kita pada sebuah pergaulan bebas tentunya akan merugikan diri kita di masa depan bahkan di akhirat nanti. Cerminkanlah masa remaja kita untuk panutan banyak orang, untuk orang tua, orang lain bahkan bisa untuk bangsa dan negara. Dan belajarlah untuk hidup yang lebih baik, belajar  untuk masa depan yang baik, belajar untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain, karena hidup juga untuk belajar, belajar dari segalanya.

Jangan sia-siakan hidup kita hanya karena masa
remaja yang terjerumus pergaulan bebas
dan merugikan diri kita di dunia untuk
amal diakhiratnan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar