Di susun oleh: Guniarti
Remaja masa kini
Pada
zaman sekarang remaja di masyarakat sudah banyak terpengaruh oleh pergaulan
bebas tanpa pengawasan orang tua. Apa lagi remaja sekarang ini cenderung mendekati
perilaku yang negatif, karena semakin
berkembangnya era globalisasi gaya hidup dan perilaku remaja saat ini. Di dalam
sebuah pergaulan remaja indonesia sudah tercampur dengan gaya pergaulan dari
luar, banyak kebudayaan indonesia tidak menjadi tradisi di kalangan remaja. Ini
menjadi dampak yang sangat besar, yang berpengaruh terhadap aspek budaya
indonesia. Dan sedikit demi sedikit budaya indonesia menjadi terlupakan.
Namun
saat ini masyarakat telah menunjukan
perilaku sosial yang ada pada individu,
seperti
ketergantungan dengan pergaulan yang
ada. Seperti di kalangan remaja saat ini berpacaran dengan mesra di depan umum
dan lain-lain. Menurut remaja jaman sekarang di anggap menjadi kebiasaan, namun
kebiasaan itu telah di campur adukkan dengan pergaulan di negara lain yang
pergaulan di luar menganut pergaulan bebas.
Akan
tetapi setiap pergaulan bisa di hindari,
jika individu tersebut memiliki kekuatan
iman yang ada pada dirinya. Agar tidak menyalah gunakan pergaulan yang sekarang
sedang merajalela di kalangan remaja, dan dari perilaku manusia pun menjadi
sebuah dampak kejahatan yang ada di dunia. Tanpa di sadari kita pun sudah
membuka peluang kejahatan di dunia karena ke salahan dari individu itu bergaul.
Namun
tidak semua remaja seperti itu, jika remaja itu sendiri bisa mengontrol dirinya
agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang dapat merusak adat istiadat. Mereka
yang perkiran positif melakukan kegiatan-kegiatan yang bermoral, agar tidak
mudah terjerumus akan hal-hal yang seperti itu.
Jika ditinjau lebih
dalam “Gaul” tidak akan menimbulkan banyak dampak negatif jika standar nilai
yang dipakai untuk mendefinisikan gaul itu, standar nilai yang sesuai dengan
kebudayaan kita yang penuh dengan tata krama dan kesopanan. Hanya saja,
mengubah sesuatu yang sudah mendarah daging di sebagian remaja saat ini
tidaklah mudah. Semua itu memerlukan sinergi dari semua pihak, baik orang tua,
keluarga, pemuka masyarakat, pemerintah, dan yang tak kalah pentingnya adalah
peran kita sendiri sebagai remaja yang akan menjalani kehidupan dalam bingkai
kata “gaul” itu sendiri.
Pergaulan
remaja dibagi ke dalam dua aspek, yakni :
1.
Pergaulan Remaja yang Sehat
Pergaulan
remaja yang sehat adalah pergaulan yang sesuai dengan etika pergaulan. Adapun beberapa cara
mengembangkan pergaulan yang sehat diantaranya:
a. Adanya
kesadaran beragama bagi remaja
Bagi
anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta
ketaatanterhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan,
bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami
norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar
tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.
b. Memiliki
rasa setia kawan
Agar
dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, peranan rasa setia kawan
sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja
masyarakat menjadi tentram.
c. Memilih
teman
Maksud
dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh
dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang
pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman
dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia.
d. Mengisi
waktu dengan kegiatan yang positif
Bagi
mereka yang mengisi waktu senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik
seks), maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat
baik. Maka dari itu, jika ada waktu senggang kita harus mengisinya dengan
hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
e. Laki-laki
dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
Agar
tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga
jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena
dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
f. Menstabilkan
emosi
Jika
memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan cara menenangkan
diri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi.
g. Etika
Pergaulan Remaja
Etika
berasal dari bahasa Yunani kuno Ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak
arti: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat,
akhlak, watak, perasaan,sikap cara berpikir. Dalam bentuk jamak ta etha´
artinya adalah adat kebiasaan. Arti inilah yang melatarbelakangi terbentuknya istilah
etika´ oleh Aristoteles (384-322 SM): ilmu tentang adat kebiasaan, apa yang
biasa dilakukan. Etika mempunyai pengertian yang cukup dekat dengan moral.
Moral dari bahasa latin mos jamaknya mores berarti kebiasaan, adat. Dalam kamus
bahasa Indonesia pertama kali tahun1988 kata mores dipakai dalam arti yang sama
yakni adat kebiasaan. Jadi kata moral dan etika keduanya berasal dari kata yang
berarti adat kebiasaan.
2. Pergaulan Remaja yang tidak Sehat
Pergaulan
remaja zaman sekarang memang sangat memprihatinkan, tidak jarang berbagai
berita mengenai kenakalan remaja bermunculan. Ini menunjukkan bahwa pergaulan
remaja saat ini sudah tidak sehat lagi. Cara pergaulan remaja yang seperti
sekarang ini tentu saja sangat menimbulkan dampak negatif . Selain memperburuk
situasi dan kondisi pergaulan remaja dan mempengaruhi cara hidup remaja lain,
cara pergaulan remaja yang seperti sekarang juga dapat mempengaruhi kualitas
hidup generasi anak cucu kita.
Maka dari itu untuk para remaja-remaja
sekarang dekatlah diri kalian dengan orang tua dan terutama pada Allah yang
telah menciptakan kita, agar iman kita tetap kuat. Dan janganlah melanggar
larangan-laranganNya, karena kita hidup juga hanya sementara bukan selamanya.
Di sisi lain jika kita merelakan masa remaja kita pada sebuah pergaulan bebas
tentunya akan merugikan diri kita di masa depan bahkan di akhirat nanti.
Cerminkanlah masa remaja kita untuk panutan banyak orang, untuk orang tua,
orang lain bahkan bisa untuk bangsa dan negara. Dan belajarlah untuk hidup yang
lebih baik, belajar untuk masa depan
yang baik, belajar untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain, karena
hidup juga untuk belajar, belajar dari segalanya.
Jangan
sia-siakan hidup kita hanya karena masa
remaja yang terjerumus pergaulan bebas
dan merugikan diri kita di dunia untuk
amal diakhiratnan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar