Rois Hadi Ismanto
145501767
Manajemen II KSB
Benarkah pemimpin yang kita pilih
adalah pilihan kita ?
Benarkah wakil kita diparlemen
adalah orang yang kita inginkan untuk menyampaikan aspirasi kita ?
Sebuah pertanyaan sederhana namun
sangat menggelitik. Taukah anda bahwa tempat tinggal kita dipimpin oleh
pemimpin yang di kendalikan oleh pengusaha besar yang mempunyai pengaruh besar
di kebumen khususnya.
Pengusaha
memang tidak semuanya ingin menjabat langsung menjadi wakil rakyat namun banyak
pengusaha yang rela mengeluarkan modal untuk menjadikan calon yang ia inginkan
bisa duduk dan memimpin. Tujauanya tidak lain hanyalah untuk mempermudah segala
hal yang menjadi usahanya agar tidak terganjal oleh pemerintah yang berkuasa di
tempat tersebut.
Di
sadari atau tidak banyak perusahaan besar yang secara jelas menekankan kepada kariawan
dan keluarganya untuk mendukung satu pihak yang di anggap akan bisa bekerja
sama dan bisa nguntungkan usahanya. Baik dengan cara yang halus sepereti
semacap penciptaan opini hingga tekan langsung, bahkan dengan member iming
iming imbalan atau bonus kepada kariawannya.
Cara
tersebut memang cukup berhasil namun taukah anda bahwa ketika pejabat yang anda
pilih menjabat bukan memikirkan nasib kita tapi malah memikirkan timbal balik
kepada pemilik perusaahaan anda. Bukan kesejahteraan anda sebagai kariawan atau
pekerja tapi kelancaran usaha yang menjadi prioritas walaupun derngan
menghalalkan segala macam cara.
Secara
kasat mata usaha yang berjalan dengan baik juga akan meberi kesejahteraan bagi
pekerjaanya tetapi realita yang ada di lapangan berbicara lain. Seperti dua
perusahaan x dan y di kebumen dengan pendapatan mencapai ratusan juta perbulan
tapi tidak memberi upah yang layak kepada pekerjanya, bahkan ketika pekerja
melaporkan kepada dinas tenaga kerja malah kariawan tersebut yang di pecat.
Berbagai
macam alasan di kemukakan oleh perusahaan dan sekali lagi adanya oknum yang
menjabat di pemerintahan lebih kuat, dinas tenaga kerja pun tidak bisa berbuat
banyak. Bukan kelayakan upah yang di dapat tapi malah pekerjaan yang hilang.entah
dengan cara pemberhentian secara langsung atau dengan cara membuat tidak betah
seperti menurunkan jabatan hingga pemindahan ke lokasi yang di anggap bisa
membuat si pekerja tersebut tidak betah.
Tindak
korupsi adalah sebuah wujud dari terorisme si pelaku kepada rakyat di suatu
negara. Itu berarti pejabat apa pun di negara itu yang melakukan tindak pidana
korupsi pantas untuk mendapat sebutan sebagai seorang teroris. Mengapa sebutan
ini pantas untuk para koruptor? Sebab tindakan korupsi itu secara langsung dan
secara perlahan membunuh rakyat dengan skala yang besar. Bukti nyata seperti
yang terjadi di negara kita ini, akibat besarnya tingkat tindak pidana korupsi
juga termasuk menjadi penyebab tetapnya rakyat kita dalam kubangan kemiskinan.
Dalam
contoh kasus lain, pejabat yang berjiwa koruptif biasanya rentan untuk menjalin
kerja sama tidak sehat dengan pihak swasta. Misalkan tata kota yang amburadul
yang seharusnya dibenahi dan dijadikan zona hijau namun diubah menjadi pusat
perbelanjaan dan apartemen, sehingga membuat warga kota kehilangan zona hijau
dan kedatangan banjir. Atau dengan memberikan proyek yang lebih menguntungkan
kepada pengusaha namun akan merugikan Negara dan masyarakat sekitar.
Tampaknya
pandangan akan uang dalam dunia politik memang sangat menjadi hal yang penting.
Modal menjadi bakal calon pejabat baik di lingkungan legislatif maupun
eksekutif menjadi sangat besar, dana kampanye maupun dana lain menjadi alasan
yang kuat untuk pengusaha merapat kepada pejabat yang hanya menginginkan
kekuasaan dan harta semata bukan untuk mengabdi dan melayani kepada masyarakat
yang memilihya.
Lalu
apakah selamanya kekuasaan di suatu daerah hanya akan di pengaruhi oleh
pengusaha? Tentu tidak!! Pembelajaran politik di lingkungan masyarakat harus di
perhatikan. Begitupun dengan para partai pendukung para calon pejabat harus
bisa di arahkan agar tidak hanya mencari modal atau kemenangan saja tanpa
mempertimbangkan kinerja dan keberhasilan calon yang di usung.
Rendahnya
pendidikan di suatu daerah juga menjadi penghambat yang nyata sehingga hanya
dengan uang yang tidak seberapa jumlahnya masyarakat bisa terpengaruh untuk
menentukan pilihan yang salah. Padahal nantinya itu akan menjadikan dampak yang
sagat besar bagi kelangsungan jalanya pemerintahan di tempat ia tinggal. Dan
akibatnya pelayanan kepada masyarakatpun tidak berjalan secara benar.
Tampaknya solusi
pembarantasan korupsi harus merambah ke semua sector , mulai dari pengawasan
yang ketat hingga pembelajaran dari dasar. baik secara moral maupun agama di
lingkungan terkecil masyarakat sekalipun untuk mencega segala macam
penyimpangan yang menjadi sumber terjadinya korupsi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar